Uang bukan satu-satunya jawaban, tapi itu membuat perbedaan. (Barack Obama)

Tidak ada hal yang begitu membentuk kebiasaan selain uang. (Don Marquis)

Jika Anda benar-benar bisa menghitung uang Anda, maka Anda bukan orang kaya. (J. Paul Getty)

Uang, uang dan uang. Lagi-lagi tentang uang dan selalu tentang uang. Gua kalo nonton Spongebob liat kelakuan Tuan Krab yang bucin parah sama uang tuh kayak udah mewakili salah satu sifat lain dari kita semua sebagai manusia. Ya gak sih? Spongebob emang sekedar tontonan buat anak-anak, tapi buat gua itu bukan cuman tontonan biasa, mengingat lagi karakter dari setiap tokohnya kayak Spongebob yang bisa hidup dimana aja tanpa uang dan si Tuan Krab yang selalu mendewakan uang, sampe-sampe punya tunangan yang dibuat dari uang ketika terjebak di dalam brankas bank bersama khayalannya.

Nah, gua sebagai anak ekonomi tapi pake syariahnya ya alias anak ekonomi syariah singkat aja jadi anak eksyar mau ngebahas sedikit tentang uang. Kenapa? Ya karena banyak dari kita yang tau uang sekedar dari bentuk fisiknya/nilai dari uang tersebut. Sedikit tau sejarah tentang uang, yaitu sebelum ada uang dilaksanakan sistem barter, dimana saat gua butuh garam dan lu butuh beras tinggal ditukar aja. Tapi sebelum adanya sistem barter, ada lagi sejarah sebelumnya dan setelah zaman sistem barter ada lagi sejarahnya sebelum uang menjadi seperti sekarang yang kita miliki.

Dalam kehidupan ekonomi uang memiliki fungsi penting bukan hanya sebatas alat tukar, ketika lu pengen beli barang yang lu butuhin di gua (misal : beras) dengan menukar jumlah uang yang lu miliki. Uang juga memiliki fungsi lain sebagai alat penyimpanan nilai (store of value), satuan hitung (unit of account), dan pembayaran yang tertunda (standard for deffered payment) anggap aja utang/kredit.

Sebelum membahas yang sudah terjadi di hari ini, gua pengen ajak para pembaca untuk kembali mengulas sejarah, karena sejarah merupakan bagian dari masa depan, right? Dan sejarah berkembangnya uang mengalami banyak perubahan sepanjang peradaban manusia. Seperti yang udah gua tulis di atas ada masa yang terjadi sebelum adanya barter, yaitu masa sebelum barter. Gua mulai pembahasannya dari masa ini!

Masa Sebelum Barter

Pada masa ini, manusia belum mengenal uang sebagai alat tukar dan mereka belum sepenuhnya menjadi makhluk sosial dan hidup hanya bergantung dengan alam, sehingga memungkinkan kalau manusia pada zaman ini hidup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri.

Kalau lapar mereka mencari makanannya sendiri dengan berburu binatang, mencari makanan dan buah-buahan dari alam sekitar seperti di dalam hutan, dekat lembah atau pinggiran pantai (baca: food gathering). Bahkan binatang buruannya dapat mereka gunakan untuk membuat pakaian dengan memanfaatkan kulitnya, membuat manusia cenderung pasif dan mudah pasrah.

Apapun yang mereka peroleh itulah yang akan digunakan untuk kebutuhan sehari-harinya, dalam hal ini manusia memiliki pekerjaan ganda sebagai produsen dan konsumen.

Masa Barter

Dalam perkembangan selanjutnya setelah manusia lelah dan tidak mampu untuk menjadi makhluk self sufficient dan membutuhkan bantuan orang lain untuk yang bisa memenuhi kebutuhan hidupnya dari apa yang tidak bisa dihasilkan oleh dirinya sendiri kemudian saling menukarkannya. Ini menjadi sebuah solusi yang diciptakan oleh imajinasi mereka.

Sebagai contoh : lu pengen makan ayam tapi males buat nangkep ayamnya dan yang lu punya cuman garam, disini gua berperan sebagai peternak ayam. Lu dateng ke tempat gua dengan membawa satu karung garam berukuran besar, buat ditukar sama ayam yang gua punya. Jadilah sebuah transaksi antara lu dan gua, yang disebut dengan barter.

Barter adalah perdagangan saling menukar barang. (KBBI) Pada tahun 6000 SM banyak yang meyakini bahwa sistem barter ini mulai diperkenalkan oleh suku Mesopotamia

Jadi apapun yang lu punya dan yang orang lain punya selama keduanya saling membutuhkan tapi gak bisa buat mencarinya sendiri tinggal ditukar aja, sesimpel itu emang.

Dalam sistem barter semua barang harus diukur seimbang dengan seluruh barang lainnya. Saat lu mau nukerin barang ke orang lain pastikan barang yang lu milikin itu bagus, dan saat lu mau nerima barang dari orang lain lu pastikan juga bahwa barang yang lu terima juga dalam kondisi yang bagus! So, lakukanlah dengan seselektif mungkin.

Semuanya pasti memiliki kendala. Kendala umum yang dialami dalam sistem ini adalah sulitnya mencari orang yang mempunyai barang yang kita butuhkan dalam waktu yang bersamaan. Oke kalo yang dibutuhkan cuman sekedar kebutuhan pangan, andai kata lu lagi butuh kain sutra dan harus datang ke India? What are you doing?

Belum lagi lu harus bawa kemanapun barang yang lu milikin supaya bisa dituker saat lu datang ke rumah temen lu, pas udah sampe sana ternyata yang dia butuhin bukan barang yang lu bawa, ribet kan?

Setiap masalah pasti ada jalan keluarnya, akhirnya manusia menemukan alat pembayaran lain yang dapat diterima sebagai sistem pembayaran.

Uang Mulai Digunakan Sebagai Alat Tukar

Uang logam

Sebelum digunakannya kertas sebagai uang manusia menemukan alat tukar yang lain dengan menggunakan benda berharga seperti logam emas dan logam perak yang memenuhi syarat untuk melakukan transaksi. Karena emas dan perak dapat ditempa, dilebur dan dipakai menjadi sebuah perhiasan dengan tujuan investasi.

Penggunaan logam emas dan perak pertama kali ditemukan atas ide penduduk di Lydia Asia Minor yang saat ini masuk ke dalam wilayah Turki, sekitar abad ke 6 SM. Dibuat pada masa pemerintahan Raja Croesus, aeorang raja terakhir Kerajaan Lydia di Asia Kecil. Penduduk Lydia membentuk elektrum atau campuran emas dan perak ke dalam cetakan berbentuk kacang dan di cap dengan lambang pejabat, dan luar biasanya uang logam pertama ini langsung diminati oleh banyak orang.

Penggunaan logam emas dan perak sebagai alat tukar rupanya mengalami pasang surut, seperti terbatasnya ketersediaan karena tidak memiliki pecahaan sehingga sulit menentukan nilai tukar uang, dan sulit untuk melakukan transaksi dalam jumlah besar, terutama saat pengangkutan dan penyimpanan yang bisa aja menimbulkan perampokan.

Atas dasar inilah Bangsa Cina sebagai bangsa yang pertama menciptakan uang kertas di abad pertama Masehi dinasti Tang, dan juga Bangsa Cina adalah bangsa yang pertama kali menemukan kertas.

Dalam perkembangan selanjutnya, uang terus berkembang pesat untuk dicetak dan digunakan sebagai alat tukar sampai ke seluruh dunia yang biasa disebut dengan mata uang. Bahkan uang kertas masih bisa digunakan sampai saat ini.

Berbarengan dengan penggunaan uang kertas muncul lagi nih jenis uang baru, namanya uang plastik. Uang yang dibuat dari plastik doang gitu? Ya enggak sih, eh tapi walaupun dari plastik kalo namanya uang tetep aja uang. Jadi, uang plastik tuh ya kartu ATM atau Kredit. Dan uang plastik ini, level keamanannya lebih tinggi satu tingkat lah dari pada uang kertas yang sering kita bawa kemana-mana. Kalo dompet kita hilang atau gak sengaja kena perampokan, uang yang ada di dalam dompet juga hilang, tapi kalo di dalam dompet kita cuman ada uang plastik aja, kita tinggal buat pengajuan ke bank dengan menyertakan surat keterangan dari polisi dan dana kita tetap aman fren.

Bentuk uang terakhir yang tercipta adalah yang berbentuk informasi digital atau dompet digital, jadi lu gak perlu repot-repot pergi harus bawa dompet, selagi saldo di M-banking avaliable, don’t worry! Kayak yang sekarang lagi digunain sama banyak orang itu gopay, ovo, dana, shopee pay dll yang pastinya gua elu atau semuanya lebih milih bayar apa-apa pake dompet digital ini karena mengandung banyak cashback ckck. Kalo uang yang berbentuk informasi digital itu contohnya reksadana, saham, forex, bitcoin yang bakal gua jelasin satu per satu nantinya, makin hari dunia kita makin keren, kita gak boleh ketinggalan zaman.

Semoga bermanfaat ya, love u.

Kategori: Knowledge

1 Komentar

Fira Firdaus · September 15, 2020 pada 11:04 am

Penjelasannya jelas ka, suka sama gaya penulisan kakak. Jelasin dong kak tentang tips investasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *