Pada tanggal 4 September 2020 kemarin, Disney+ merilis film Mulan dengan versi terbaru yang di remake menjadi film live-action dan menurut gua ini gak kalah seru, dan gak kalah kerennya dari Animasi film Mulan yang tayang di tahun 1998. Walaupun dalam versi animasinya belum gua tonton ulang, tapi cerita yang versi remake gak jauh berbeda kok dari versi animasinya.

Film Mulan menuai pro-kontra karena versi live-actionnya tidak diperuntukkan untuk ditonton oleh anak-anak dari kebanyakan film live-action Disney lainnya seperti film The Lion King.

Dilansir dari Variety, hal ini dikarenakan Mulan akan mendapat peringkat PG-13 atau khusus bagi anak di atas 13 tahun. Mulan menjadi film remake live-action pertama Disney yang mendapat rating tersebut. Peringkat yang diberikan oleh Motion Picture Association of America itu disebabkan terdapat adegan kekerasan di dalamnya. Sebelumnya, kebanyakan film live-action yang digarap ulang dari Disney mendapat peringkat G (semua umur) atau PG yang berarti dengan bimbingan orangtua.

Anyar TV

Sayangnya, Indonesia belum mendukung untuk streaming pake Disney+. Dari berita yang gua baca pengguna Disney Plus Hotstar Indonesia baru bisa menonton film ini pada Desember mendatang secara gratis. Akhirnya gua unduh VPN supaya bisa nikmatin streaming di Disney+. Sebagai pecinta film-film Disney gua sangat menunggu film ini, karena Disney menunda perilisan teaternya dikarenakan Pandemi Covid-19 mewabah di seluruh dunia, film ini seharusnya ditayangkan pada tanggal 27 Maret 2020.

Disney’s Mulan, Official Trailer

Satu lagi yang bikin gua gak sabar buat nonton film ini karena diperankan oleh Liu Yifei, yang salah satu filmnya baru aja bulan kemarin gua tonton itu The Third Way of Love. Ini film dari 2015 sih, gua penasaran karena disini Liu Yifei adu akting bareng Song Seung Heon aktor dari Korea Selatan. Ada juga deretan aktor dan aktris China yang namanya belum terlalu familiar di telinga gua seperti Donnie Yen, Jet Li, Gong Li, Jason Scott Lee, Yoson An, Utkarsh Ambudkar, Ron Yuan, Tzi Ma, Rosalind Chao, Cheng Pei-Pei, Nelson Lee dan Chum Ehelepola.

Film garapan Walt Disney yang satu ini berada dalam arahan sutradara Niki Caro, dengan Chris Bender, Jason Reed, dan Jake Weiner sebagai produser. Barrie M. Osborne, Bill Kong dan Tim Coddington bertindak sebagai produser eksekutif.

Gua pribadi baru-baru ini mengenal budaya China, ternyata dari zaman dahulu hampir setiap bangsa di seluruh dunia menjadikan perempuan adalah aib bagi keluarga. Selama ini yang gua baca tentang “perempuan” cuman dari sejarah Arab dan Indonesia, dan melihat China hanya sekilas.

Film ini cocok buat kalian-kalian, termasuk gua sebagai perempuan yang merasa diasingkan atau gak di support karena (mungkin) punya keterampilan yang lebih daripada laki-laki supaya jangan patah semangat!

Saat Mulan menggantikan Sang Ayah mewakilkan keluarga Hua untuk berperang, Mulan berpakaian seperti laki-laki dan berlaku sama seperti mereka. Panggil aja disini Hua Jun alias nama panggungnya Mulan lah di depan ksatria yang lain.

Bisa dibayangin bagaimana Mulan hidup dalam lingkungan yang hanya ada dia seorang sebagai perempuan. Mau tidur gak nyaman, mandi juga gak nyaman.

mulan
Saat Mulan menyamar sebagai laki-laki

Loyal, brave, honest

Mungkin yang udah nonton film ini bakal terngiang-ngiang karena tiga kata kebajikan ini selalu diulang hampir di setiap adegan. Dimana para ksatria wajib memegang janji mereka dengan tiga kata kebajikan ini. Apabila ada yang melanggar salah satu dari ketiga kata tersebut maka akan diasingkan dan di eksekusi oleh Kaisar. Karena kesalahan ini akan membawa aib bagi keluarganya.

Ketika Hua Jun sedang mengejar musuh, identitasnya sebagai perempuan diketahui oleh penyihir. Terus terjadilah sedikit perdebatan antara Hua Jun dengan penyihir, tapi disini Mulan mengakui dirinya sebagai Hua jun bukan sebagai Mulan. Akhirnya penyihir itu membunuh Hua Jun. Hua Jun memang sudah terbunuh, tapi tidak dengan Mulan.

Penyihir itu memiliki kelebihan istimewa yang sama dengan Mulan, yaitu memiliki Chi. Namun, Chi tidak bisa digunakan kalau melanggar salah satu dari tiga kata tersebut.

Yang membedakan Mulan dengan si penyihir itu adalah sikap pantang menyerah yang Mulan miliki, dan dia menemukan tempatnya dengan kelebihannya tersebut, tidak seperti penyihir yang hanya menjadi anjing menggonggong yang berlindung kepada Rouran supaya dia masih dianggap, tidak dijadikan fitnah dan tidak diasingkan.

Meskipun penyihir ini meninggal karena kena panahan dari Rouran, diakhir cerita si penyihir memilih jalan yang suci untuk kehormatan dirinya dan juga membantu Mulan untuk menyelamatkan dinasti dari serangan Rouran berkat ajakan Mulan untuk berjuang bersamanya, karena semuanya belum terlambat bagi si penyihir untuk berubah.

Hua Mulan tindakan kau telah membawa aib dan aib ke dalam resimen ini, untuk kerajaanmu dan untuk keluargamu sendiri. Tapi kesetiaan dan keberanian kau tanpa pertanyaan.

Komandan Tung

Ini dialog yang gua suka sih parah, dimana Komandan Tung merasa kecewa karena tahu Mulan sudah melanggar salah satu dari ketiga kata tersebut yaitu “unhonesty” sekaligus para ksatria yang lain banyak yang percaya dengan Hua Mulan.

Setelah identitasnya terungkap, dan Mulan berhasil menyelamatkan Kaisar dan dinasti sekaligus, ia diberi tawaran menjadi seorang Pengawal Kaisar. Tapi Mulan menolak tawaran tersebut, karena Mulan sudah mengambil keputusan yang mempertaruhkan aib keluarganya dan harus meminta maaf kepada keluarganya.

Pengabdian kepada keluarga adalah kebajikan paling penting.

Kaisar

Tamatt.. Segini aja dulu, sebenernya ini kali pertama gua nge review film jadi kurang begitu terbiasa maaf nih kalo agak kaku. Tapi kalo spoiler aku mah jago ckck, tapi bukan itu kan tujuannya.

Jadi gua saranin buat uri chinggu yang belum nonton film ini lebih baik nunggu Mulan tayang di Disney Plus Hotstar Indonesia yaa atau bagaimanapun terserah yang penting nonton secara legal yaa.


2 Komentar

Tika Insani · September 10, 2020 pada 7:39 am

Wah, ini film juga udah aku tunggu-tunggu banget eh tiba-tiba pandemi.
Syukur-syukur akhirnya bisa juga ditonton meskipun ditunggu lagi.
Tapi, kenapa banyak yang tidak suka ya dengan Live Actionnya ini… saya sih memang belum nonton animasinya jadi tidak punya ekspektasi apapun sih

    nandanadva · September 10, 2020 pada 12:46 pm

    Kalo dari Media Amerika nya si karena ada unsur kekerasannya kak, padahal ya menurut aku unsur kekerasannya gak begitu bengis kayak film genre action pada umumnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *