1095

Semua yang menjadikan hidup ini lebih sulit dari kenyataannya.

Mungkin ini akan jadi cerita terpanjangku dalam waktu yang sangat tepat. Tapi ada satu hal yang ingin ku sampaikan, bahwa semua tidak akan selesai kalau hanya terus dipikirkan. Suatu hari, aku menemukan suatu kutipan di sebuah FYP dari aplikasi tiktok, namun aku lupa siapa nama pemilik akun tersebut. Kalau nanti kamu baca tulisanku ini, akan kusertakan namamu dimana kutipanmu itu membantu  aku mencari jawaban selama ini.

Tuhan menggagalkan rencanamu karena Tuhan tahu rencanamu bisa saja akan menggagalkanmu.

Benar sekali. Aku adalah tipikal orang yang sangat suka sekali membuat rencana, saat mulai berambisi langsung kubuat apa saja rencanaku yang bisa mencapai ambisiku. Aku tahu, berambisi itu tidak selamanya buruk. Tapi kalau berlebihan ya tetap saja buruk. Buruk kalau suatu waktu tidak bisa menerima kenyataan bahwa ini memang bukan jalannya.

Selama satu tahun terakhir, mungkin kalau ku ceritakan apa saja yang sudah aku lakukan akan banyak yang mempunyai sudut pandang seperti ini “Kamu hanya melakukan pekerjaan yang sia-sia”. Entah itu penilaian dari dalam otakku saja, atau otakmu juga terbesit pemikiran yang sama.

“Berapa lamanya waktu yang dibutuhkan untuk melihat hasil dari usaha seseorang?”

1 bulan? 2 bulan?

1 tahun? – Kelamaan”

Yang banyak dari kacamata kebanyakan orang, standar kesuksesan dilihat dari banyaknya uang yang sudah dihasilkan. Salah satu cara untuk cepat menghasilkan uang itu adalah bekerja. Tapi menurutku, pekerjaan hanya solusi jangka pendek untuk permasalahan jangka panjang. I Love Freedom. Termasuk dalam mencari kebebasan keuangan.

Apakah 1095 hari cukup untuk menentukan penyelesaian dari usahaku, sia-sia atau tidak?

Best Regards,

nandandva